Menghargai Orang Lain, Cara Mudah Mencapai Hidup Yang Indah

Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan kelas budi pekerti untuk Xiao Pu Sa yang berlangsung pada eleven Februari 2018, di Aula Jing Si Tzu Chi Bandung. Siswa-siswi juga diberikan Game oleh Lissa Mama dengan menggunakan batang korek api. Game yang dimainkan cukup mudah, mereka hanya membutuhkan kerjasama antar tim dalam menyelesaikannya. Untuk menyelesaikan game ini, mereka harus menyusun semua batang korek agar bisa menjadi suatu bangunan yang meninggi ke atas. Apabila ada batang korek yang jatuh, maka mereka harus meminta maaf kepada teman setimnya.

Dengan kita menahan diri dari berkomentar tanpa diminta, memaksakan pendapat, hingga membuat seseorang melakukan sesuatu yang tak diinginkannya berarti kita mampu menghargai orang lain. Respek pada orang lain inilah yang turut memandu dan mengarahkan tindak tanduk dan tingkah laku kita. Bukan hanya teman yang sedang galau yang butuh disimak, Sobat.

Menghargai orang

Tetapi apakah kamu pernah bertanya pada diri sendiri, sudahkah dirimu menghargai orang lain terlebih dahulu? Menghargai orang lain adalah bagian penting untuk menjaga hubungan sosial. Sadari juga bahwa wajar jika setiap orang memiliki perbedaan.

Setidaknya kamu telah mencoba memahami bahwa ada orang lain yang mendukung dirimua. Jika kamu senang ada yang mendukungmua itu juga pertanda kamu menghargainya. Bukan hanya di kelas saat menyimak guru atau dosen, sikap diam dan mau mendengarkan sebenarnya lebih dibutuhkan dalam berinteraksi dengan orang lain – khususnya mereka yang berusia lebih tua dari kita.

Kalau iya, sebaiknya kamu ubah kebiasaan tersebut dari sekarang, karena dengan terbiasa tidak tepat janji akan membuat kamu dicap tak menghargai orang lain. Sebab dengan tidak menepati janji, kamu akan membuat orang kecewa dan membuang waktu untuk menunggumu. Tidak perlu menunjukkan sikap yang mencolok, dengan membiasakan diri dengan 5 sikap sederhana di bawah ini juga dapat mencerminkan bahwa kamu juga menghargai orang lain. Berikan informasi yang akurat untuk menolak mitos dan stereotip yang merugikan.

Sebagaimana diketahui para orang tua, penghargaan terhadap diri sendiri merupakan pengalaman yang cepat berlalu. Apabila sebagai orang tua belum bisa menjalankan tugas tersebut dengan baik, tetapi menuntut semua sifat ini pada anak, kecil kemungkinan itu akan terwujud pada anak-anak kita. Sedangkan anak itu melihat, melakukan dan mencontoh apa yang orang tua lakukan.