Mantan Presiden Filipina Benigno Aquino Meninggal Dunia Di Usia Sixty One Tahun

Pada tahun 1936 ia mendirikan madrasah Nahdhatul Wathan Diniyah Islamiyah dengan sistem klasikal. lembaga pendidikan bukan sekedar tempat belajar mengajar, akan tetapi juga tempat menyiapkan pemimpin; menyemai dan memperkokoh karakter, patriotism dan nasionalisme. Pada 10 November 1945, ia membantu pertempuran di Surabaya dengan mengirim anggota pelopor dan pasukan Syabilillah Situbondo serta yang berasal dari Bondowoso ke daerah Tanjung Perak. Perjuangan dan pemikiran Ki Bagus Hadikusumo tidak dapat dilepaskan dari Muhammadiyah, ia dibesarkan oleh dan sekaligus juga membesarkan muhammadiyah.

Menjadi seorang pejuang dalam kehidupan

Orang yang memiliki integritas tidak akan tergoyahkan oleh godaan untuk mengkhianati nilai-nilai ethical yang diyakini. Pada usia 30 tahun, Agustinus mendapatkan kedudukan akademik yang paling menonjol di dunia Latin. Pada saat itu kedudukan demikian memberikan akses ke jabatan-jabatan politik, namun demikian, hal itu tidak memberinya cukup kebahagiaan. Agustinus merasakan ‘kehampaan’ dan ‘kegelisahan’ dalam kehidupan di istana kerajaan. Terlebih ketika suatu hari ia berjumpa dengan seorang pengemis yang sedang mabuk.

Karena pengaruhnya yang sangat kuat, Kyai Hasyim mendapat perhatian khusus dari pemerintah kolonial Belanda, yang berusaha merangkulnya. Namun dengan perlawanan pasif yang disebut “tasabuh”, Kyai Hasyim menolak usaha Belanda tersebut. Maksudnya, Kyai Hasyim tidak saja menolak program-program pemerintah kolonial seperti sekolah, melainkan mengharamkan pula pakaian Belanda seperti jas, dasi, celana, sepatu, topi vilt, bahkan uang gaji dari pemerintah kolonial pun dianggap haram. Artinya, untuk menafsirkan Al Qur’an dan Hadist tanpa mempelajari dan meneliti buku-buku dari para ulama mazhab hanya akan menghasilkan pemutarbalikan saja dari ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya. Sementara dalam hal tarekat, Kyai Hasyim tidak menganggap bahwa semua bentuk praktek keagamaan waktu itu salah dan bertentangan dengan ajaran Islam. Hanya, ia berpesan agar ummat Islam berhati-hati bila memasuki kehidupan tarekat.

Untuk menggapai cita-citamu, kamu perlu membiasakan menabung sejak sekarang. Sisihkan sebagian gajimu untuk buka tabungan Simas Tara dari #BankSinarmas. Tabungan ini bisa juga dipakai untuk bekal berumah tangga dan pendidikan anak hingga kuliah nantinya. Meskipun diperingati setahun sekali, semangat Sumpah Pemuda bukan berarti hanya berlaku sehari.

Semangat dan tekadnya untuk melawan penjajah tidak kendor seujung rambut pun. Nyi Ageng Serang mendidik dan menggemblengnya dengan semangat patriot sejati, serta melatihnya dalam hal ketrampilan serta sisat dan taktik keprajuritan dengan penuh disiplin. Memaknai Pancasila itu lebih dibutuhkan integrasi/kerjasama berbagai pihak. Ini memang tidak akan sebentar tetapi kita harus percaya bahwa jika semuanya punya pandangan yang sama, maka ini bisa tercapai. Ingat saja perkataan Bung Karno, “beri aku seribu orang tua, niscaya akan aku cabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, akan kuguncang dunia”, bahwa kekuatan pemuda sangat besar.